Senin, 12 November 2018

Teknik Penerjemahan: Modulasi
Setiap bahasa memiliki aspek sosial yang memengaruhi proses terbentuknya sebuah bahasa. Latar belakang budaya yang berlaku pada suatu kelompok penutur suatu bahasa akan menciptakan sebuah bahasa yang unik dan dipahami oleh penutur dalam lingkup sosial tersebut. Ilmu linguistik sendiri memberikan sebuah porsi khusus untuk penelitian dalam bidang ini, yakni sosiolinguistik.

Perbedaan sosial dan budaya setiap bahasa menimbulkan permasalahan baru dalam komunikasi antarbudaya. Terlepas dari perbedaan fundamental setiap bahasa, konteks tuturan juga akan memengaruhi ketersampaian pesan dari suatu bahasa ke bahasa lain.

Perhatikan contoh di bawah ini:
Hei, jangan besar pasak daripada tiang!”

Apakah kita sebagai orang Indonesia akan menyampaikan kalimat di atas kepada orang Amerika secara harfiah? Jika iya, apakah pesannya akan tersampaikan? Tentu tidak, pesan yang terkandung dalam kalimat di atas hanya akan dapat dipahami oleh penutur bahasa Indonesia. Lantas, bagaimana caranya menyampaikan pesan di atas kepada penutur yang tidak berbicara atau memelajari bahasa Indonesia? Jawabannya adalah dengan teknik modulasi.

Dalam penerjemahan, teknik modulasi didefinisikan sebagai pengubahan sudut pandang untuk menyampaikan suatu fenomena yang sama dengan cara pengungkapan yang berbeda. Dalam hal ini, suatu teks akan diterjemahkan dengan cara mencari padanan kata atau ungkapan yang dapat menyampaikan pesan yang tersirat dalam suatu teks sumber.

Ada beberapa bentuk modulasi yang sering ditemukan dalam penerjemahan:
  • Modulasi standar: modulasi jenis ini biasa ditemukan dalam kamus dua bahasa. 
  • Modulasi bebas: modulasi jenis ini lebih sering digunakan oleh penerjemah dalam melakukan proses penerjemahan. Modulasi ini diterapkan ketika suatu terjemahan tidak berterima dalam bahasa sasaran. Hal ini bisa disebabkan oleh ambiguitas, makna tersirat, keterbatasan pilihan kata, dan lain sebagainya.
Ada beberapa jenis metode penerjemahan dengan menerapkan teori modulasi:

1. Space for time modulation

Latar ruang dalam suatu teks sumber dialihbahasakan ke dalam bahasa sasaran dengan menggunakan latar waktu.
Contoh:
Where an agreement is particularly complicated, a separate written contract can include specific terms that address what the parties will do if things happen to go wrong in the future.
Ketika sebuah perjanjian bermasalah sebagian, sebuah kontrak terpisah secara tertulis dapat merumuskan ketentuan spesifik yang membahas tindakan yang akan dilakukan para pihak jika terjadi permasalahan pada masa yang akan datang.

Where dalam bahasa Inggris merupakan kata dengan latar tempat, sedangkan dalam terjemahannya berubah menjadi ketika yang memiliki latar waktu. Walaupun kata yang dipakai berbeda, konteks dan makna yang disampaikan dalam kedua teks tetap sama.


2. Intervals and limits modulation
Rentang atau batas waktu suatu kejadian ditekankan secara berbeda antara teks sumber dan teks sasaran.
Contoh:
This decision shall not enter into force until it is approved by the management.
Keputusan ini berlaku setelah disahkan oleh manajemen.

Dalam bahasa sumber, rentang waktu yang ditekankan adalah sebelum pengesahan oleh manajemen, sedangkan dalam bahasa sasaran rentang waktu yang ditekankan adalah setelah pengesahan oleh manajemen. Walaupun penekanan rentang waktu kedua teks berbeda, makna yang terkandung tetap sama. Aspek semantiknya tidak mengalami perubahan.




3. Part-whole modulation
Padanan yang dipilih berbeda secara konteks kesatuan sebuah kata atau istilah. Misalnya, kata 'keseluruhan' dan 'seluruh bagian' memiliki makna yang sama, tetapi tatarannya berbeda. 'Keseluruhan' lebih menekankan pada kesatuan utuh, sedangkan 'seluruh bagian' lebih menekankan pada komponen penyusun suatu kesatuan secara utuh.
Contoh: 
 The report shall be submitted every three months.
Laporan harus diserahkan setiap kuartal.

Teks sumber menekankan 'setiap tiga bulan' yang merupakan suatu kesatuan unit dari 'kuartal' seperti yang disampaikan dalam teks sasaran.


4. Negation of opposite modulation
Lawan kata (antonim) dari sebuah kata dalam teks sumber dinegasikan dalam teks sasaran sehingga maknanya tetap sama.
Contoh:
The product concerned is a commodity product that only exists in one product type and specification (...).
Produk yang dimaksud adalah produk komoditas yang tidak memiliki jenis dan spesifikasi lain.


5. Abstract for concrete modulation
Padanan dengan penjelasan berupa penggambaran (abstrak) digunakan untuk mewakili padanan konkret dari suatu kata dalam bahasa sumber.
Contoh:
New York City is home to more skyscrapers than any other city in the world.
Kota New York adalah rumah bagi gedung-gedung menjulang tinggi yang jumlahnya lebih banyak dari kota mana pun di dunia.


6. Change of symbol modulation
Pilihan padanan kata pada masing-masing teks menyampaikan makna yang sama, tetapi menggunakan simbol yang berbeda.
Contoh:
(...) is subject to European Union Law on Data Privacy.
(...) dikenakan hukum perlindungan data Uni Eropa.

Dalam bahasa Inggris, istilah yang digunakan lebih menekankan pada privasi yang sarat makna rahasia. Istilah tersebut kemudian dialihbahasakan ke dalam bahasa Indonesia menjadi perlindungan data yang menekankan pada keamanan. Walaupun demikian, kedua padanan tersebut menyiratkan makna perlindungan dan keamanan sehingga kedua versi di atas masih menyampaikan makna yang sama.


7. Popular learned modulation
Modulasi seperti ini terjadi ketika padanan kata yang dipilih berbeda tingkat formalitasnya. Salah satu teks menggunakan padanan kata yang tidak formal, sedangkan teks lainnya menggunakan kata yang lebih formal atau lebih ilmiah.
Contoh:
(...) an appropriate treatment for the inactivation of disease agents.
(...) tindakan yang tepat untuk penonaktifan patogen.

Patogen tergolong ke dalam register kata ilmiah bidang kesehatan yang tingkat formalitasnya lebih tinggi daripada disease agents dalam bahasa Inggris.



Referensi:
Raiss, Georgiana. 2015. Modulation in The Translation Process: The Same Meaning from a Different Perspective. A Bilingual EU Corpus-Based Analysis. Romania: University of Pitești.
Vinay, J.P. dan Jean Darbelnet. 1995. Comparative Stylistics of French and English: A Methodology for Translation. Amsterdam: John Benjamins Publishing Company


A linguaphile at heart and a photography enthusiast.

0 komentar:

Posting Komentar

Start Work With Me